pendaftaran siswa baru

BAHASA AIR BAHASA KASIH SAYANG

Posted on 6 April 2016 - 15:39 WIB

BAHASA AIR BAHASA KASIH SAYANG

Dahulu, manusia sangat mengagungkan air. Seluruh awal peradaban manusia di muka bumi berada di sekitar air. Mulai dari Mesir dengan sungai Nil,Mohenjo-daro dengan lembah Indus, Sumeria dengan sungai Tigris, sampai pada Tiongkok dengan sungai Kuning. Mereka sangat bergantung pada air. Bahkan mereka juga  mempercayai kekuatan dewa yang menjelma dalam air. Mereka menggunakan air sebagai kebutuhan hidup. Bagi mereka, air adalah sumber kehidupan. Namun dalam dunia modern, kita seolah kehilangan sikap hormat pada air.

Di zaman ilmiah, mitos-mitos masa lalu yang sangat menghormati air dianggap tidak ilmiah. Air dan sungai kita tempatkan di belakang rumah. Air kehilangan sifat mistisnya. Walau kita telah dapat memurnikan air, namun air tersebut tidaklah murni, karena air tak perlu dimurnikan namun dihormati.

Mengapa harus dihormati?

Masau Emoto dalam “The Hidden Message in Water” menemukan bahwa air juga dapat merespon energi, baikitu energi positif maupun negatif. Air dapat 

memberikan respon atas tulisan, ucapan, lagu, dan gelombang elektromag- netik. Bahasa atau stimulus yang positif (setelah diteliti) akan membuat bentuk air menjadi kristal yang indah dan menakjubkan. Sementara Bahasa yang negatif membuat bentuk air menjadi suram, gelap, dan tak berbentuk. Mari kita kembali kepada air sebagai komponen pembentuk kita dan anak- anak kita.

Menjadi orang tua atau guru, terkadang kita tak dapat mengontrol ucapan kita kepada anak-anak. Kadang kita mengeluarkan kata yang negatif kepada mereka. Ucapan seperti “Pemalas, kurang berani, tidak percaya diri, bodoh, lambat, memalukan, egois, pengecut” akan senantiasa direspon oleh air dalam tubuh anak-anak kita dan menjelma menjadi sesuatu yang tidak kita harapkan.

Salah satu cara untuk memberikan energi positif kepada air (anak-anak kita) adalah memberikan stimulus dan kesadaran positif. Stimulus dan kesadaran ini dapat dilakukan dengan cara memberi Bahasa kasih sayang melalui perhatian, berbicara, mengucapkan kata-kata yang ramah dan cinta sejak dalam kehamilan dan sampai mereka dewasa. Dengan cara inilah, anak- anak kita akan merasa dihargai dan disayangi serta diperhatikan sebagai manusia seutuhnya.

Melalui Bahasa kasih, sedikit-demi sedikit kita membangun niat dan kesadaran untuk menghormati dan menghargai air, baik dalam wujud sebenarnya maupun dalam wujud anak-anak kita. Karena kesadaran dan niat baik memberi hidup baru pada air. Tetapi semua kembali kepada kita, seperti menentukan sendiri rasa air yang kita minum.

Mr. Farid Fadli, S.Si., M.Si.

Facebook!
Twitter!
LinkedIn_logo_BisnisUpdate.com
GooglePlus!
Whatsapp!

Visit Us (Cibubur)

Visit Us (Jakarta)