pendaftaran siswa baru

Keluarga Mahligai Kehidupan

Posted on 9 Maret 2018 - 14:27 WIB

Keluarga Mahligai Kehidupan

Keluarga adalah tumpuan seseorang dalam berkeluh kesah, mencurahkan asah, asih dan asuh anggota keluarganya. Lalu apakah keluarga itu? Menurut Wikipedia keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Sedangkan menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty, mengatakan saat puncak perayaan Harganas ke-24 tahun 2017 lalu diadakan di Provinsi Lampung,  mengajak jajarannya untuk memajukan hari Keluarga Nasional (Harganas) 2017 dengan cara menggelorakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Harapannya, kegiatan ini dapat menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan.

Semua kembali ke keluarga. Mengapa keluargaitu menjadi penting? Karena keluarga bisa dijadikan sebagai tolak ukur kesuksesan seseorang. Bukan dilihat seberapa kayanya sebuah keluarga, tetapi yang paling penting adalah bagaimana setiap anggota keluarga memerankan posisinya masing-masing dengan pemahaman yang terintegrasi dalam tingkah laku personal dan sosial. Tanggung jawab keluarga dipegang oleh orang tua.

Namun, orang tua bukanlah mahluk sempurna yang bisa juga salah. Yang perlu dipahami untuk menjadi orang tua yang baik tidak ada sekolah formal untuk itu. Yang ada adalah tempaan sekolah kehidupan untuk menjadi orang tua yang baik. Semoga kita bisa menjadikan keluarga sebagai kawah candradimuka dalam berkehidupan dan menjadikannya sebagai mahligai kehidupan.

 

Oleh Mr Budi Sutrisno, S.Pd

(Primary Teacher)

 

Ket: Terpublish di dalam Majalah Glori Edisi 39 dengan tema Hari Keluarga Nasional

Facebook!
Twitter!
LinkedIn_logo_BisnisUpdate.com
GooglePlus!
Whatsapp!

Visit Us (Cibubur)

Visit Us (Jakarta)