pendaftaran siswa baru

Gerakan Literasi; Sebuah Upaya Penyadaran Bersama

Posted on 5 Maret 2018 - 14:06 WIB

Gerakan Literasi; Sebuah Upaya Penyadaran Bersama

Salah satu ciri bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas tentulah mutlak dimiliki oleh bangsa maju. Apalagi dalam era persaingan global dewasa ini. Dengan persaingan global peserta didik tidak hanya disiapkan untuk survive, tetapi juga dapat bersaing dalam kehidupannya kelak. Agar dapat mencapai itu semua tentu banyak sekali faktor yang dibutuhkan, salah satu faktor tersebut adalah bagaimana budaya membaca dan menulis menjadiaktivitas keseharian anak-anak kita.

Kemajuan teknologi juga menjadi permasalahan. Hal tersebut dikarenakan dampak positif pasti selalu dibarengi dengan dampak negative. Dengan berkembangnya teknologi, anak-anak kita lebih tertarik dengan perangkat gawai, televisi dan internet dibandingkan dengan informasi yang ada dalam buku. Padahal kita sadari bersama bahwa tidak semua hal dapat ditemukan dalam perangkat-perangkat tersebut. Coba perhatikan dalam aktivitas keseharian anak-anak kita di rumah yang lebih sering menunduk menggenggam smartphone, atau computer jinjing dibandingkan membuka halaman demi halaman buku.

Berkaitan dengan tumbuhnya budaya adalah bagaimana membiasakan suatu hal dan berlangsung secara berkesinambungan. Hal tersebut dikarenakan dengan proses yang terus menerus diharapkan nilai atau kebiasaan yang ditanamkan tidak hanya bersifat temporari tetapi tertanam betul.

Sebagai alternatif solusi dari permasalahan tersebut maraklah gerakan-gerakan yang menggagas bagaimana kegiatan tersebut dapat tertanam dalam diri peserta didik; salah satunya adalah gerakan yang dinamakan gerakan literasi.

Gerakan literasi secara garis besar bertujuan agar peserta didik memiliki budaya membaca dan menulis sehingga terciptalah pembelajaran sepanjang hayat. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah seperti membaca 15 menit sebelum waktu belajar dimulai untuk buku-buku non-pelajaran. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca peserta didik. Selain itu juga melalui kegiatan menanggapi buku-buku pengayaan dan juga buku-buku yang terintegrasi di semua pelajaran.

Upaya-upaya tersebut tentu tidaklah mudah. Apalagi persoalan membiasakan haruslah menuntut konsistensi. Untuk itu beragam variasi upaya perlu dilakukan seperti memberikan materi buku-buku yang memang dekat dengan dunia peserta didik sesuai dengan tingkatan usia dan kebutuhannya

Pemilihan buku-buku bacaannya pun perlu diperhatikan. Pemilihan tersebut adalah berdasarkan karakteristik tersebut dan menyesuaikannya akan mendekatkan antara bacaan dengan pembacanya sehingga tumbuhlah ketertarikan. Selanjutnya dapat juga menggunakan beragam teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik karena setiap anak mempunyai perbedaan kebutuhan dalam membaca.

Upaya penyadaran ini tentu tidak hanya dilakukan di sekolah. Semua pihak mempunyai peran yang sama dalam penyadaran gerakan literasi ini. Contohnya adalah keluarga, keluarga mempunyai peran besar dimana nilai-nilai pertama kali tertanam mayoritas peserta didik yang gemar membaca dan menulis kebanyakan adalah peserta didik yang keluarganya juga terbiasa dengan aktivitas tersebut. Oleh karena itu, kerjasama di antara elemen-elemen tersebut haruslah diupayakan supaya tujuan penyadaran bersama dapat tercapai.

Dengan penyadaran literasi dalam keluarga maka akan memudahkan penyadaran literasi di sekolah. Peserta didik tidak lagi mengangap bahwa buku adalah sesuatu hal yang menakutkan dan membaca serta menulis merupakan perbuatan yang sia-sia belaka.

Perlu juga dipahami bahwa kegiatan membaca buku bukanlah hanya menjadi tanggung jawab pelajaran bahasa. Membaca adalah kesadaran bersama bahwa pemerolehan ilmu pengetahuan didapat dengan cara membaca dan menulis bagian daripada mendokumentasikan pengetahuan. Itulah mengapa integrasi membaca dan menulis dengan semua pelajaran menjadi penting adanya.

Jadi, menulis dan membaca merupakan bagian penting dalam perkembangan pembelajaran peserta didik. Karena pentingnya hal tersebut perlu adanya komitmen bersama dan semua pihak baik sekolah maupun keluarga agar proses penyadaran dapat terwujud sesuai dengan apa yang dicita-citakan bersama. (Terpublish di Majalah Glori Edisi 38)

Facebook!
Twitter!
LinkedIn_logo_BisnisUpdate.com
GooglePlus!
Whatsapp!

Visit Us (Cibubur)

Visit Us (Jakarta)